YESUS TIDAK GHOSTING


Kisah Para Rasul 4 : 5-12


5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: ”Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” 8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: ”Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati – bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 11 Yesus adalah

batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri –,

namun ia telah menjadi batu penjuru. 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, istilah ghosting saat renungan ini dibuat sedang ramai dibahas di media sosial. Istilah ghosting menjadi viral di kalangan generasi muda. Hal tersebut karena ghosting nampak begitu dekat dengan pengalaman mereka yang sedang berpacaran. Namun demikian, sesungguhnya bukan hanya kaum muda yang mengalami ghosting. Banyak orang dari berbagai kalangan mengalami ghosting dari yang mereka sayangi karena berbagai penyebab. Ghosting adalah istilah awam yang diberikan kepada perilaku menghilang yang dianggap seperti hantu (ghost) tak terlihat, no response dan tidak diketahui keberadaannya. (https://m.merdeka.com)


Ketika Petrus dan Yohanes berhasil membuat orang yang lumpuh sejak lahir menjadi berjalan, mereka ditangkap. Mereka diperiksa dengan sebuah pertanyaan “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” (ay.7) Mereka dengan tegas mengatakan “dalam nama Yesus Kristus.” Tentu buat pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli Taurat, itu adalah pernyataan lelucon. Sebab, bukankah Yesus telah mereka bunuh? Bagaimana Yesus masih memiliki kuasa untuk berkarya melalui murid-murid-Nya? Apakah itu berarti Yesus masih ada di dunia ini? Mereka semakin tidak bisa mengelak karena buktinya ada. Orang yang lumpuh dari lahir dan saat itu berusia lebih dari empat puluh tahun (ay.22) telah sembuh karena kuasa nama Yesus Kristus.


Sobat Teruna, Yesus Kristus selalu ada dari dulu, sekarang sampai selamanya. Ia tidak melakukan ghosting kepada kita. Ia mengasihani dan sangat mengasihi kita. Bahkan ketika kita mengira Ia menghilang, Dia tetap ada dan menolong tepat pada waktu-Nya dengan kuasa-Nya yang hebat. Ia sahabat yang setia. Hebatnya lagi, di bawah kolong langit ini, keselamatan hanya ada di dalam Dia. Jadi jangan merasa terabaikan. (YRLJ)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau ada dan sanggup menolongku. Tolong aku agar berani bersaksi tentang kuasa-Mu yang menjadi bukti keberadaan-Mu dan menyatakan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Engkau.