ZONA NYAMAN VS ZONA KEPASTIAN


2 Raja-Raja 8 : 1-6


1 Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: ”Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab Tuhan telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.” 2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya. 3 Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. 4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: ”Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.” 5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: ”Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa.” 6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: ”Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, banyak orang tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone). Zona nyaman itu adalah kondisi ketika seseorang merasa aman, rendah risiko dan tanpa rasa khawatir, namun kehidupannya stagnan alias datar-datar saja, sehingga ia tidak terbentuk menjadi pribadi yang tangguh. Dalam kenyataan sehari-hari, hidup itu penuh dengan dinamika, kadang tenang dan juga ada tegang. Pandemi dan resesi ekonomi yang masih berlangsung sampai saat ini membuktikan hidup itu penuh dinamika.


Bacaan Alkitab hari ini mengisahkan bahwa Elisa menyampaikan kepada seorang perempuan Sunem agar ia dan keluarganya segera berpindah ke mana saja dia dapat pergi, karena akan terjadi bencana kelaparan selama tujuh tahun di negeri mereka. Tentunya itu bukanlah hal yang mudah. Ia dan keluarganya harus meninggalkan keluarga besar dan kerabat. Perempuan tersebut tentu juga harus meninggalkan harta bendanya karena disebutkan ia adalah seorang yang kaya (Ps. 4:8). Perginya tidak sebentar, tetapi selama tujuh tahun. Namun demikian, perempuan itu tetap pergi dengan segala konsekuensinya termasuk persoalan terkait harta miliknya di kemudian hari. Pada akhir perikop dikisahkan, ia mendapatkan pertolongan raja terkait dengan hal itu. Betapa pemeliharaan Tuhan tetap diselenggarakan atasnya.


Sobat Teruna, jika situasi kehidupan membawa kita pada ketidaknyamanan, janganlah takut dan putus asa. Melalui bacaan hari ini Sobat Teruna diajak untuk mengimani bahwa Tuhan pasti dan sanggup menjaga serta memelihara kehidupan kita. Sobat Teruna mungkin bisa tidak berada pada zona nyaman, tetapi ingatlah bahwa bersama Tuhan, kita selalu berjalan dalam zona kepastian (certainty zone). Mari kita terus melangkah memasuki hari esok dalam tuntunan-Nya. Tuhan menjaga dan memelihara anak-anak-Nya senantiasa. (DNU)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan, Engkau berkuasa penuh atas semesta ini sehingga kami yang berserah pada-Mu selalu tentram dalam perlindungan-Mu.