BELAJAR DARI PENDERITAAN


Ratapan 3 : 1 - 20

1 Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya. 2 Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya. 3 Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari. 4 Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya. 5 Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan. 6 Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. 7 Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat. 8 Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku. 9 Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui. 10 Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian. 11 Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun. 12 Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah. 13 Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya. 14 Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari. 15 Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh. 16 Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu. 17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan. 18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada Tuhan. 19 ”Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.” 20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, penderitaan sering dipandang sebagai keadaan yang harus dihindari. Enak rasanya jikalau hidup tanpa ada penderitaan. Pilihan atas apa yang akan kita alami sebenarnya adalah keputusan diri sendiri. Walaupun dalam mengambil keputusan kadangkala kita ada di simpang jalan untuk memilih mana yang harus diambil. Pada dasarnya, penderitaan dapat terjadi karena kita melakukan hal yang benar atau hal yang salah. Jika kita menderita karena melakukan hal yang benar, maka penderitaan itu dimaknai sebagai ujian. Jika kita menderita karena melakukan kesalahan atau perbuatan dosa, maka penderitaan tersebut menuntut kita untuk menyadari kesalahan dan bertobat.


Keadaan umat Israel dalam kitab Ratapan ini sedang mengalami penderitaan yang sangat berat karena Tuhan seolah sudah meninggalkan mereka. Penderitaan dan frustrasi yang melanda menuntut mereka untuk menghidupkan lagi harapan akan pertolongan dan belas kasihan Tuhan. Bagi Tuhan, hanya dengan bertobat, maka pengampunan dan keselamatan akan menjadi bagian yang akan diterima oleh umat.


Sobat Teruna, sudah saatnya kita menyadari bahwa hidup jauh dari Tuhan membawa kesengsaraan dan penderitaan yang dalam. Sebenarnya memelihara ketaatan kepada Tuhan jauh lebih mudah dilaksanakan daripada kita tergoda dan mengikuti arus dunia yang menghanyutkan ke jurang kebinasaan. Begitu gencarnya tawaran untuk menikmati kesenangan duniawi seperti narkoba, pergaulan bebas, jebakan negatif era digitalisasi yang mengancam hidup dan masa depan kita. Sudah saatnya kita berdiri teguh dalam iman percaya untuk menerangi kegelapan dunia yang menjerumuskan orang muda dalam kebinasaan. Jadilah contoh sebagai teruna Kristen yang keren jika menyaksikan Tuhan Yesus melalui sikap dan perilaku yang menjadi teladan bagi banyak orang.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tolonglah aku ya Tuhan agar menjadi generasi yang tetap melestarikan Firman dan kehendak-Mu dalam seluruh kesaksian kehidupan.