BERANI KARENA BENAR


Lukas 13 : 31 - 35

31Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: ”Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” 32 Jawab Yesus kepada mereka: ”Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. 33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. 34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

“Berani karena benar dan takut karena salah.” Semboyan ini memiliki arti bahwa seseorang yang jujur pasti berani untuk mengatakan hal yang sebenarnya, sebaliknya, menjadi takut karena ada kesalahan yang diperbuat dan disembunyikan. Dalam kisah perjalanan dan pelayanan-Nya, Yesus sering berhadapan dengan orang yang takut dan suka berbohong. Yesus berhadapan dengan orang-orang Farisi yang datang dengan pura-pura bersahabat dan peduli pada keselamatan-Nya. Mereka menyuruh Yesus pergi dari wilayah Yerusalem dengan alasan Herodes hendak membunuh-Nya. Padahal justru itu adalah rancangan mereka untuk mengusir Yesus keluar dari kota Yerusalem. Herodes sendiri tidak pernah berbicara seperti itu. Yesus yang populer dan telah memiliki banyak pengikut berusaha disingkirkan melalui upaya licik kebohongan. Bagi Yesus, seluruh pelayanan-Nya terjadi sesuai dengan kehendak Bapa-Nya yang di sorga yaitu tugas-Nya akan berakhir di Yerusalem melalui jalan salib. Yesus tahu bahwa kematian-Nya sudah dekat, tetapi tidak seorang pun yang mampu mencegah atau membunuh-Nya sebelum terwujudnya tugas pelayanan yang mulia dan pekerjaan-Nya selesai. Meratapi kota Yerusalem menjadi petunjuk tentang kematian Yesus yang akan terjadi di kota itu dan pernyataan bahwa kasih Allah akan terungkap melalui kuasa salib yang membawa keselamatan.


Sobat Teruna, melakukan hal yang benar bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam lingkup pertemanan, seringkali melakukan yang baik dianggap sok suci bahkan katro dan dijauhi oleh teman-teman. Belajar dari Yesus membawa kita pada keputusan bahwa berlaku benar dan baik adalah kesaksian dan gaya hidup sebagai teruna Kristen. Karena itu, mari terus bertekun dalam iman dan menyaksikan itu dalam laku yang benar. .

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tolong ajar aku ya Tuhan menjadi pribadi-pribadi yang melakukan apa yang benar sesuai dengan kehendak-Mu sehingga dapat menjadi pembawa terang kebenaran dalam kesaksian hidup di mana pun.