BUKAN KEBETULAN ADA


Kejadian 1 : 24 - 31

24 Berfirmanlah Allah: ”Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26 Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29 Berfirmanlah Allah: ”Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, filsafat Nihilisme adalah sebuah pandangan filosofi yang mengatakan bahwa dunia ini, terutama keberadaan manusia, tidak memiliki suatu tujuan. Menurut filsafat ini tidak ada bukti yang mendukung keberadaan Tuhan Allah. Karena itu tidak ada moral dan etika sejati yang bisa menjadi penuntun hidup manusia. Pandangan ini dipengaruhi teori penciptaan Big Bang bahwa alam semesta terjadi akibat dari suatu ledakan besar yang terjadi 13.700 juta tahun yang lalu. Menurut teori ini, kehidupan di semesta terjadi secara kebetulan dan mengikuti siklus pengulangannya. Kedua teori dan pandangan ini hendak menyatakan bahwa kehidupan di dunia terjadi dari proses yang dapat dijelaskan secara nalar.


Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa alam semesta tidak terjadi secara kebetulan. Tuhan yang Mahakuasa menciptakan segala sesuatu dalam alam semesta dengan tujuan yang jelas. Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, agar dapat menata kehidupan secara arif. Segambar berarti dalam diri manusia melekat gambar diri Tuhan yang hakikatnya penuh kasih, mengayomi dan bertanggung jawab. Serupa berarti wujud kehadiran manusia membawa serta kehadiran Allah yang menata kehidupan semesta. Oleh karena itu manusia dianugerahi Allah kemampuan berpikir, merasa dan berkehendak, dengan disertai berbagai kecakapan. Bahkan sejak semula, manusia memiliki kecondongan moral yang membuatnya mengasihi Tuhan, mencintai kebenaran dan membenci kejahatan.


Sobat Teruna, tidak satu pun kita yang hadir di dunia tanpa tujuan. Justru bila kita tidak memiliki tujuan dan pegangan yang jelas maka akan tersesat dalam pembenaran-pembenaran yang dibuat oleh akal pikiran sendiri. Tuhan memastikan bahwa Ia hadir dan menuntun kita, supaya tidak tersesat dalam dunia ini.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku percaya bahwa semua ada bukan karena kebetulan, karena itu biarlah maksud dan tujuan Tuhan yang mulia menghadirkanku di dunia ini terwujud sesuai kehendak-Mu.