KEPATUHAN



 

Kejadian 37 : 12-17

12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. 13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: ”Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: ”Ya bapa.” 14 Kata Israel kepadanya: ”Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.” Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem. 15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: ”Apakah yang kaucari?” 16 Sahutnya: ”Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?” 17 Lalu kata orang itu: ”Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Suatu ketika seorang anak berusia lima tahun diminta tolong oleh ayahnya, “Dek, bisa tolong ambilkan kaca mata papa?” Lalu anak tersebut dengan cepat segera mengambil kacamata ayahnya. Lalu sang ayah memujinya, “Wah, anak pintar!”


Sobat Teruna, saat kita berusia kanak-kanak, papa atau mama mengajarkan kepatuhan. Kita melakukan perintah orang tua agar bisa membanggakan dan dibanggakan oleh mereka. Pada saat itu kita sangat ingin dibanggakan oleh orang tua dengan siap melakukan apa yang diminta mereka. Sayangnya, seiring waktu berjalan, saat beranjak remaja, arti tindakan tersebut sudah sangat berbeda bagi kita. Tidak jarang di antara kita sudah mulai menolak bahkan membantah apa yang diperintahkan oleh orang tua.


Bacaan Alkitab hari ini mengggambarkan kelebihan Yusuf di mata Yakub. Apa yang Yusuf tunjukkan kepada ayahnya dan kebanggaan Yakub terhadapnya sangat beralasan. Selain bertanggungjawab, ada sifat yang sangat dominan yang ditunjukkan oleh Yusuf, yaitu kepatuhan. Sebagai keturunan Abraham dan Ishak, hal kepatuhan merupakan nilai utama atau terpenting dalam memelihara janji Tuhan.


Sobat Teruna, mungkin kita sudah bukan lagi seperti kanak-kanak yang bangga ketika disebut anak pintar karena segera melakukan apa yang orang tua perintahkan. Walaupun demikian, kita bisa mengubah sudut pandang dalam memahami bahwa kepatuhan merupakan tindakan yang tepat untuk membangun masa depan yang Allah telah persiapkan. Pada sudut pandang ini, pilihan ada di tangan kita. Namun ada yang berbeda dengan masa kanak-kanak. Saat masih kanak-kanak, sifat kepatuhan timbul dan berpusat pada diri sendiri. Sekarang marilah kepatuhan yang kita laksanakan terutama sebagai anak-anak Tuhan, dilakukan demi membangun masa depan diri sendiri dan orang banyak. (HT)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong ajar aku untuk tetap setia dan taat melaksanakan kehendak-Mu dengan sukacita .