PEMULIHAN DIBALIK AMARAH



 

Ratapan 2 : 13-17


13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau? 14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. 15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: ”Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?” 16 Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: ”Kami telah memusnahkannya!”, kata mereka, ”Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!” 17 Tuhan telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, hal yang nampaknya lumrah terjadi bahwa dalam sebuah pertandingan, cercaan, ejekan, olok-olokan akan diberikan kepada mereka yang menderita kekalahan. Banyak hal yang dapat dibuat sebagai bahan olokan dan tidak jarang hal tersebut dapat membuat mereka menjadi frustasi.


Sobat Teruna, begitu hancurnya kota Yerusalem akibat murka Allah, sampai-sampai tidak ada lagi yang dapat dibandingkan dengan kondisi tersebut. Lebih parahnya lagi, kemunculan para nabi palsu yang menyampaikan penglihatan hampa, ramalan-ramalan palsu dan menyesatkan. Keterpurukan Yerusalem menimbulkan cibiran dari para seteru. Mereka memberikan suitan, tepukan tengan, gelengan kepala yang semuanya adalah bentuk ejekan bagi Yerusalem. Para seteru seakan menikmati kegembiraan, sorak sorai, suit-suit dan gertakan gigi merupakan luapan ejekan yang tak terkendalikan (ay 12-16). Pada ayat ke-17 “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala ….”


Sobat Teruna, mari kita belajar mengerti dan memahami maksud Tuhan dari peristiwa yang dialami Yerusalem. Bukankah ini merupakan pemenuhan janji Allah atas apa yang sudah difirmankaNya. Pemulihan yang dijanjikan Allah bagi umat-Nya harus ditempuh melalui jalan yang tak mudah yakni menerima murka dan hukuman Allah sampai kehancuran Yerusalem.


Sobat Teruna, kehidupan kita di dunia ini penuh dengan dinamika. Tantangan dan penderitaan terkadang membuat kita sangat terpuruk. Saatnya kini, kita diarahkan untuk menyakini akan janji Allah yang tidak akan pernah meninggalkan umatNya. Sebagaimana Yerusalem yang akan mengalami pemulihan sehabis melalui penderitaan, maka demikian pula kita, dibalik beratnya pergumulan hidup yang harus kita lalui, janji pemulihan akan dihadirkan Allah bagi kita. Ingatlah bahwa kasih Allah memulihkan yang terluka dan menyatukan yang berserakan. (BMD)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Tuhan, ajar aku memahami setiap maksud-Mu dalam hidupku, meskipun tak mudah jalan yang harus kulalui, yakinkan aku akan janjiMu. "